Galeri
Kunjungan ke Idarah Taklim makkah di KSA 2018

Peninjauan pelaksanaan UNBK SILN di KSA 2018

kegiatan Atdikbud bersama Mhasiswa 2018

Kunjungan Atdikbud ke Kementerian Pendidikan Arab Saudi 2018

Ujian Paket C 2016

Universitas Terbuka Riyadh

Gamelan Show Kyai Ahmad

Upacara Hari Pahlawan di SIR

Upacara peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2015

Gamelan Kyai Ahmad kembali ditabuh oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan
Menristekdikti Dorong Anak TKI di Luar Negeri Kuliah ke Perguruan Tinggi
29 Aug : 06:28  by Administrator
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi, Senin (27/8).

Dalam kunjungan ini, Nasir didampingi Konsul Jenderal KBRI Jeddah M. Hery Saripuddin dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh untuk Kerajaan Arab Saudi Achmad Ubaidillah berkesempatan berdialog dengan guru, siswa, mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Jeddah.

Dialog ini juga diikuti melalui video conference oleh Sekjen Kemdikbud Ainun Na’im, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Direktur Pembelajaran Paristiyanti Nurwardani, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, dan jajaran KBRI Arab Saudi, dan jajaran Kemristekdikti.

Dalam sambutannya, Nasir mengingatkan masyarakat Indonesia di luar negeri terutama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilannya agar dapat menjadi tenaga kerja yang terampil sehingga dapat bersaing di era Revolusi Industri 4.0. "Dengan memperoleh pendidikan tinggi yang lebih baik, tenaga kerja Indonesia tidak lagi menjadi tenaga kerja unskilled tapi skilled worker, gaji yang diterima para Tenaga Kerja Indonesia juga akan jauh lebih baik," kata Nasir berdasarkan siaran pers, Selasa (28/8).

Untuk itu, Nasir mendorong putra-putri TKI di Jeddah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. Nasir mengatakan, anak-anak Indonesia lulusan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dapat mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) di Indonesia dari negara masing-masing, tanpa harus tes langsung di Indonesia.

Dijelaskan dia, Kemristekdikti besama panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) telah membuat inovasi Ujian SBMPTN berbasis android dan akan terus disempurnakan untuk membuat ujian masuk PTN menjadi efektif dan efisien. "Harapan ke depannya anak-anak ini dapat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi dari mana saja. Saya sudah meminta Sekjen Kemristekdikti untuk mengomunikasikan kepanitia SBMPTN dan SNMPTN. Tentu ini akan dapat menekan biaya, jauh lebih efisien dan hemat,” terang Nasir.

Mantan rektor Univeristas Diponegoro (Undip) ini mengatakan, bagi anak-anak yang kesulitan secara ekonomi untuk berkuliah, pemerintah akan memberikan beasiswa, antara lain program Bidikmisi yang memang dikhususkan bagi siswa miskin berprestasi.

Sementara Konsul Jenderal Indonesia untuk Jeddah M. Hery Saripuddin mengungkapkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) berupaya memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat Indonesia di Jeddah dalam segala aspek, termasuk pendidikan.

KJRI telah bekerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Indonesia, sebagai implementasi keseriusan pemerintah Indonesia dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak WNI di Jeddah. "Kami berprinsip tidak membedakan anak-anak Indonesia dari latar belakang mana pun. Kami mengupayakan akses pendidikan bagi seluruh anak-anak WNI di Jeddah yang lulus dari Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ). Sebagai implementasinya, kami telah bekerja sama dengan tiga universitas di Indonesia, yaitu Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan UIN Malang," ujarnya.

Sekjen Kemristekdikti Ainun Na’im mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Panitia SMPTN mengenai pelaksanaan seleksi masuk PTN bagi putra-putri Indonesia di luar negeri. Pemerintah menyediakan Pusat Layanan Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri bisa dilaksanakan mulai tahun depan, dan tes dapat dilakukan beberapa kali.

http://www.beritasatu.com/satu/507464-menristekdikti-dorong-anak-tki-di-luar-negeri-kuliah-ke-perguruan-tinggi.html
Dorong TKI Lanjut Kuliah, Menristekdikti Siapkan Beasiswa
29 Aug : 06:26  by Administrator
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengingatkan TKI meningkatkan pendidikan dan keterampilannya agar menjadi skilled worker sehingga bisa bersaing di era Revolusi Industri 4.0.

Dengan menjadi tenaga kerja ‘unskilled’ tapi ‘skilled worker’, gaji yang diterima para TKI juga akan jauh lebih baik.

Dia juga mendorong putra-putri TKI di Jeddah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi.

Menteri Nasir mengatakan, anak-anak Indonesia lulusan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) bisa mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia dari negara masing-masing, tanpa harus tes langsung di Indonesia.

Bagi anak-anak yang kesulitan secara ekonomi untuk berkuliah, Menteri Nasir berjanji akan memberikan beasiswa, antara lain melalui program Bidikmisi.

“Kemenristekdikti besama Panitia SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) telah membuat inovasi ujian SBMPTN berbasis android. Harapan ke depannya anak-anak ini bisa mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi dari mana saja," ungkp Menteri Nasir saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Senin (27/8).

Kunjungan ini dilakukan Menteri Nasir usai melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Konsul Jenderal Indonesia untuk Jeddah M. Hery Saripuddin mengungkapkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) berupaya memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat Indonesia di Jeddah dalam segala aspek.

https://m.jpnn.com/news/dorong-tki-lanjut-kuliah-menristekdikti-siapkan-beasiswa
Menristekdikti Imbau TKI Tak Lupakan Pendidikan
29 Aug : 06:25  by Administrator
Jeddah – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengimbau para tenaga kerja Indonesia (TKI) tetap peduli dengan pendidikan.

Dia beralasan, TKI butuh meningkatkan pendidikan dan keterampilan untuk bersaing sebagai tenaga kerja yang terampil (skilled worker), sehingga dapat bertahan di era Revolusi Industri 4.0.

“Dengan memperoleh pendidikan tinggi yang lebih baik, tenaga kerja Indonesia tidak lagi menjadi tenaga kerja `unskilled` tapi `skilled worker`, gaji yang diterima para tenaga kerja Indonesia juga akan jauh lebih baik,” kata Menristekdikti saat berkunjung ke Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi, pada Senin (27/8).

Untuk mendorong upaya tersebut, Nasir mengundang putra-putri TKI lulusan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi di Indonesia dari negara masing-masing, tanpa harus tes langsung di Indonesia.

Dia menuturkan, Kemristekdikti bersama panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) telah membuat inovasi ujian berbasis android. Harapannya para calon mahasiswa dapat mengikiti seleksi masuk perguruan tinggi dari mana saja.

“Bagi anak-anak yang kesulitan secara ekonomi untuk berkuliah, pemerintah berjanji akan memberikan beasiswa, antara lain melalui Program Bidikmisi,” jelasnya.

Sementara Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk Jeddah M. Hery Saripuddin mengatakan, KJRI telah bekerjasama dengan tiga perguruan tinggi di Indonesia, sebagai implementasi keseriusan pemerintah RI dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak WNI di Jeddah.

Ketiga perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Islam Negeri Malang.

"Kami berprinsip tidak membedaka-bedakan anak-anak Indonesia dari latar belakang manapun. Kami mengupayakan akses pendidikan bagi seluruh anak-anak WNI di Jeddah yang lulus dari Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ)," ujar Sarifuddin.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im menyatakan telah berkomunikasi dengan panitia SBMPTN mengenai pelaksanaan seleksi bagi putra-putri Indonesia yang berada di luar negeri.

Dari komunikasi yang terjalin telah disepakati bahwa Pusat Layanan Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri bisa dilaksanakan mulai tahun depan, dan tes dapat dilakukan beberapa kali.

http://www.jurnas.com/mobile/artikel/39964/Menristekdikti-Imbau-TKI-Tak-Lupakan-Pendidikan/
Menristekdikti Sambangi Sekolah Indonesia Jeddah
29 Aug : 06:23  by Administrator
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menegaskan, pihaknya berkomitmen memberikan beasiswa penuh bagi siswa lulusan Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Sekolah Indonesia Mekkah (SIM) dan Sekolah Indonesia Riyadh (SIR).

Komitmen tersebut disampaikan Menristekdikti pada pertemuan dengan para guru SIJ dan perwakilan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Jeddah, Dammam dan Riyadh, pada Senin, (27/8). Kehadiran Menristekdikti dan rombongan di SIJ disambut dengan Tari Makan Sirih (Sekapur Sirih) dari Melayu Deli Sumatra Utara dan atraksi pencak silat yang dibawakan siswa-siswa SIJ.

Dalam keterangan resmi yang diterima hajiumrahnews.com pada Selasa (28/8), disebutkan pada pertemuan yang diisi dengan dialog itu turut dihadiri oleh Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh, Achmad Ubaedillah, dan jajaran homestaff KJRI.


“Pak Sekjen, tolong dicatat. Mahasiswa Indonesia yang dari Jeddah, Arab Saudi, mungkin ada yang di Mekkah, ada yang di Riyadh, mereka yang masuk di perguruan tinggi negeri di Indonesia akan kami berikan beasiswa. Kalau yang diterima tiga puluh, akan saya berikan semuanya tiga puluh,” kata Menristekdikti melalui video conference dengan jajaran pejabat tinggi di Kemenristekdikti, Jakarta.

Kedatangan Menristekdikti ke SIJ dalam rangka menindaklanjuti kerja sama Kemenristekdikti dan Kemendikbud terkait penyiapan guru profesional di SIJ dan pembinaan mahasiswa Indonesia di luar negeri. Selain, itu Nasir pun berjanji tengah mengupayakan uji coba tes masuk ke perguruan tinggi negeri melalui aplikasi android sehingga siswa tidak harus pulang ke Indonesia.

Menristekdikti menyampaikan pihaknya tengah mempersiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia untuk bisa bersaing dengan Negara lain di era revolusi Industri 4.0. Nasir menegaskan, Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) Tahun 2017-2045 yang disusun untuk menyelaraskan kebutuhan riset jangka panjang dengan arah pembangunan nasional, dan sejumlah karya anak bangsa yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

“Negara yang besar adalah yang punya inovasi. Tanpa riset inovasi tidak akan terjadi,” ujarnya.

Menristekdikti dan rombongan di SIJ disambut dengan Tari Makan Sirih (Sekapur Sirih) dari Melayu Deli Sumatra Utara dan atraksi pencak silat yang dibawakan siswa-siswa SIJ.
Menristekdikti dan rombongan di SIJ disambut dengan Tari Makan Sirih (Sekapur Sirih) dari Melayu Deli Sumatra Utara dan atraksi pencak silat yang dibawakan siswa-siswa SIJ.
Konjen Mohammad Hery Saripudin dalam sambutannya menyampaikan sejarah SIJ yang merupakan community based school dan didirikan oleh Dharma Wanita Persatuan Perwakilan RI di Jeddah yang saat itu masih berstatus KBRI sebelum pindah ke Riyadh. Begitu pula dengan Sekolah Indonesia Mekkah yang kelahirannya dibidani oleh PCINU Arab Saudi.

Menurutnya, dalam setahun ini KJRI Jeddah telah menjalin kerja sama kemitraan dengan tiga perguruan tinggi negeri di Tanah Air: Di antaranya Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Islam Negeri (UIN), Malang.

Kerja sama ini, kata Konjen, diwujudkan dalam bentuk pelatihan untuk meningkatkan kompetensi para guru sekolah, pelatihan bagi calon guru Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)/training of traners, pemberian akses masuk bagi para lulusan sekolah Indonesia di Jeddah dan Mekkah ke tiga perguruan tinggi tersebut.

“Tahun ini sebanyak 19 siswa lulusan siswa SIJ dan SIM diterima. Jadi, kenaikannya lebih dari dua kali lipat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Konjen menegaskan bahwa KJRI Jeddah sebagai citizen service mission menitikberatkan pada perlindungan dan pelayanan WNI, termasuk pelayanan akses pendidikan bagi anak-anak WNI tanpa memandang etnis, daerah dan statusnya, berdokumen resmi atau tidak.

Hery menambahkan, kegiatan pendampingan tugas pimpinan yang biasa disebut protokoler bukan pekerjaan mudah. Selain petugas protokol harus cekatan, supel, mampu mengerjakan banyak hal, juga banyak faktor teknis serta non teknis yang harus mereka dikuasai.

http://hajiumrahnews.com/2018/08/28/menristekdikti-sambangi-sekolah-indonesia-jeddah/
Go to page  1 2 3 4 5 6
Peluang
Kegiatan
Ikuti Kami
Statistik Pengunjung
Flag Counter
Tautan Afiliasi