Galeri
Kunjungan ke Idarah Taklim makkah di KSA 2018

Peninjauan pelaksanaan UNBK SILN di KSA 2018

kegiatan Atdikbud bersama Mhasiswa 2018

Kunjungan Atdikbud ke Kementerian Pendidikan Arab Saudi 2018

Ujian Paket C 2016

Universitas Terbuka Riyadh

Gamelan Show Kyai Ahmad

Upacara Hari Pahlawan di SIR

Upacara peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2015

Gamelan Kyai Ahmad kembali ditabuh oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan
Indonesia Cultural Night 2018
07 May : 15:31  by Administrator


Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh dan Atdikbud KBRI Riyadh bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan malam promosi budaya Indonesia di Gedung KBRI Riyadh pada hari Kamis dan Jum’at, 3-4 Mei 2018. Acara yang bertajuk Indonesia Cultural Night Bamboo Harmony tersebut dilaksanakan selama dua hari dengan menampilkan tim kesenian yang didatangkan dari Indonesia yaitu Tim Thilung dari Jogja dan Tim Angklung Saung Udjo dari Bandung. Acara Malam Kebudayaan Indonesia itu, dibagi menjadi dua sesi, untuk sesi pertama dilaksanakan pada hari Kamis malam 3 Mei 2018 yang diperuntukkan bagi para perwakilan Dilpomatik negara-negara sahabat di Arab Saudi dan warga negara Arab Saudi. Sedangkan sesi dua dilaksanakan pada hari Jum’at Malam, 4 Mei 2018 yang diperuntukkan kepada seluruh warga negara Indonesia yang berada di Arab Saudi. Acara malam kebudayaan Indonesia tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya promosi budaya Indonesia kepada diplomat dari negara-negara sahabat dan khususnya kepada warga negara Arab Saudi.




Acara Indonesia Cultural Night Bamboo Harmony sesi pertama Kamis, 3 Mei 2018 di buka oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Pada sambutannya Bapak Duta Besar menerangkan bahwa, musik Angklung sebagai kekayaan budaya Nusantara tidak hanya sekedar permainan musik saja namun dalam memainkan musik angklung juga memiliki makna perlunya kerja sama untuk membangun sebuah harmoni. Demikian pula hubungan bilateral antara Kerajaan Arab Saudi dengan Indonesia yang dikenal dengan Poros Saunesia tentu memerlukan kerja sama yang baik, saling menghormati dan menghargai harkat, martabat, serta keluhuran budaya dari kedua negara. Kerja sama yang telah berlangsung berpuluh-puluh tahun antara Arab Saudi dengan Indonesia akan tetap terjalin dan terus ditingkatkan baik pada masa pemerintahan saat ini maupun masa mendatang. Bapak Duta Besar RI Bersama Ibu Duta Besar juga turut serta mengisi acara pada malam kebudayaan Indonesia itu dengan melantunkan Shalawat Badr diiringi oleh alunan musik grup Thilung dari Yogyakarta. Seolah tidak mau ketinggalan, salah seorang warga Saudi pada kesempatan berikutnya juga ikut menyumbangkan shalawat yang dihafalnya dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia selain kaya akan budaya juga merupakan negara dengan muslim moderat yang unsur-unsur budayanya dapat dikenal dan diterima dengan baik oleh warga Arab Saudi.



Pada sesi pertama ini, KBRI Riyadh mengundang 300 undangan yang ditujukan kepada warga negara asing khususnya warga negara Arab Saudi. Turut hadir dan menyaksikan malam kebudayaan Indonesia itu adalah Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak Najamudin Ramli, dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh Bapak Achmad Ubaedillah. Pada sesi pertama ini, KBRI Riyadh membagikan goody bag dan menyediakan aneka kuliner Nusantara kepada tamu undangan yang hadir. Aneka hidangan khas nusantara yang disediakan antara lain sate ayam dan sate kambing Madura, bakso, nasi goreng, es campur, kopi dan teh khas Indonesia. Produk-produk unggulan Indonesia yang sudah go International dan dikenal oleh warga Saudi dari para sponsor juga turut meramaikan acara tersebut mulai dari Indomie, teh botol sosro, sasa inti, kopiko, serta produk-produk jasa perbankan dari BRI dan BNI.




Warga Arab Saudi sangat antusias menghadiri acara malam kebudayaan Indonesia ini. Hal ini terlihat dari penuhnya kursi undangan yang disediakan oleh KBRI Riyadh. Selain Diplomat Asing, umumnya warga Saudi yang hadir adalah orang-orang yang tertarik pada budaya Indonesia bahkan sebagian besar mereka mampu berbahasa Indonesia karena mereka ikut dalam program Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) yang diselenggarakan oleh Atdikbud KBRI Riyadh. Fina Feer, perempuan pertama di Riyadh yang belajar bahasa Indonesia melalui program BIPA menyatakan rasa senang dan bangga dapat hadir pada acara malam kebudayaan Indonesia. Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan pertunjukan musik angklung yang menurutnya sangat mempesona. Sementara itu, Syech Ibrahim yang juga Belajar BIPA melalui Atdikbud KBRI Riyadh menyatakan bahwa dirinya senang terhadap budaya Indonesia, senang belajar bahasa Indonesia, senang berkunjung ke Indonesia karena alamnya yang indah, senang makanan Indonesia yang enak, dan senang mengenal orang Indonesia yang baik serta ramah. Syech Ibrahim berharap suatu saat nanti setelah ia mahir berbahasa Indonesia, ia akan dapat mengikuti jejak sahabatnya Syech Ali Jaber untuk berceramah di stasiun-stasiun televisi di Indonesia.




Acara pamungkas dari sesi pertama Indonesia Cultural Night Bamboo Harmony yaitu bermain angklung bersama tamu undangan yang hadir. KBRI Riyadh membagikan 100 angklung kepada warga negara asing dan dengan dipandu oleh Tim Angklung Saung Udjo Bandung, warga negara asing larut dalam keasyikan bermain angklung beberapa lagu yang menambah semaraknya acara malam kebudayaan Indonesia.




Sesi kedua Malam Kebudayaan Indonesia di KBRI Riyadh dilaksanakan pada hari Jum’at malam, 4 Mei 2018. Pada malam kedua ini, acara diperuntukkan bagi seluruh WNI yang berada di Arab Saudi. Sekitar 500 WNI memadati area lapangan KBRI Riyadh pada malam kebudayaan tersebut. Pada malam kedua ini Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Ditjen Kemendikbud RI Bapak Najamudin Ramli, memberikan sambutan singkat yang mengapresiasi dan mendukung upaya-upaya diplomasi budaya melalui kegiatan Indonesia Cultural Night Bamboo Harmony ini. Beliau berharap dengan penyelenggaraan acara ini dapat lebih mempopulerkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional khsususnya di Kerajaan Arab Saudi. Dengan demikian, jika hal ini berhasil tentu akan mendorong warga Saudi untuk melakukan kunjungan wisata ke Indonesia. Bapak Najamudin Ramli juga berkenan menyanyikan dua lagu dangdut diiringi oleh Tim Angklung Saung Udjo dan menambah meriah acara malam itu.




Alunan musik angklung dan thilung membius WNI yang hadir sehingga ikut bernyanyi bersama menyanyikan lagu-lagu tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dan lagu-lagu dangdut yang familier bagi warga negara Indonesia. Pertunjukan malam kebudayaan ini menjadi pengobat rindu bagi WNI yang berada di Arab Saudi tehadap budaya Indonesia. Acara malam kebudayaan Indonesia berakhir tepat pada pukul 00.00 WSA, sesuai izin yang diberikan oleh pemerintah Saudi kepada KBRI Riyadh.
Salah satu bagian tak terpisahkan dari acara Indonesia Cultural Night Bamboo Harmony adalah adanya kursus singkat bermain angklung yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Mei 2018. KBRI Riyadh memfasilitasi 100 angklung yang merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk dimainkan bersama oleh Guru dan Siswa Sekolah Indonesia Riyadh, dan Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Riyadh. Acara kursus singkat yang berlangsung dari pukul 10.00-13.00 WSA tersebut dibuka oleh Bapak Wakil Kepala Perwakilan (Wakepri) KBRI Riyadh, Bapak Dicky Yunus.




Dalam sambutannya Bapak Wakepri bepesan agar kesempatan ini digunakan sebaik-baiknya untuk belajar bermain angklung yang nantinya diharapkan dapat ditampilkan pada berbagai festival kebudayaan di Arab Saudi. Meskipun pada awalnya peserta kursus masih asing memainkan alat musik angklung ini namun dengan kepiawaian dari Tim Angklung Saung Udjo Bandung yan sudah go International dalam waktu kurang lebih satu jam para peserta kursus sudah dapat menghafal satu lagu untuk dimainkan bersama. Selain menambah keterampilan peserta, melalui para peserta kursus singkat angklung ini diharapkan dapat menjadi agen-agen promosi budaya Indonesia kepada masyarakat di Kerajaan Arab Saudi di masa yang akan datang.

scholarship in Indonesia for strata one and magister 2018
17 Apr : 14:47  by Administrator


The Indonesian government realizes that higher education could compose a more constructive role in helping such a country to achieve a long-term socio-economic goal as it has a clear and practical impact on society. We are convinced that it can promote responsible citizens, ethical behavior, educational ambition, professional development in a broad range of fields, and even cross border engagement. And as part of our commitment to help our international society surviving the global social and economic challenges, sharing our experience and resources in nurturing highly skilled and educated society has become our primary approach to contribute in the human resources development in our neighboring developing countries. The developing countries certainly need leaders, well-mannered society, educated citizens, and skilled workers for their industry, government, and academia. In this respect, the KNB scholarship offered by the Indonesian government provides the opportunity for potential students in developing countries to develop their knowledge and competencies that will subsequently enhance their chances to fulfill those roles back in their home countries. The KNB scholarship opens the opportunity to experience life in the culturally most diverse nation in the world while studying and earning a master degree.



The scholarship is offered to potential students from developing countries to earn their Master Degree at one of 16 prominent universities in Indonesia. Between 2009 – 2017 periods, we have been awarding 992 scholarships to students coming from 71 developing countries around the world.

The Program Objectives:
  • To contribute in the human resource development in the developing countries
    To promote deeper cultural understanding among developing countries
    To strengthen the relationship and cooperation among developing countries
Siswa Indonesia Riyadh Meriahkan International Day 2018 di King Faisal School
04 Apr : 21:02  by Administrator


Siswa Sekolah Indonesia Riyadh (SIR) ikut memeriahkan acara International day yang dilaksanakan oleh King Faisal School Riyadh, Selasa 3 April 2018. Pada acara tahunan itu sejumlah utusan perwakilan negarasahabat turut hadir dengan menampilkan seni budaya dan kuliner masing-masing. Pameran yang digelar oleh siswa KFS tersebut diikuti sebanyak 15 kedutaan Asing, selain tuan rumah Saudi Arabia. Kali ini KBRI Riyadh diwakili SIR yang mengusung tema Batik Indonesia.






Selain penampilkan tarian Gandrang Bulo dari Sulawesi Selatan, pada acara khusus siswa sekolah ini dipamerkan barang- barang seni budaya Indonesia seperti Patung Bali, Boneka Baju Adat Indonesia dari Kalimantan dan lainnya. Acara semakin semarak saat kuliner Indonesia, seperti Onde-Onde, Kue Talam, Kue Sus, Kue Kroket dan lainnya dihidangkan dan dinikmati penonton yang memadati gedung pertunjukkan. Tak lupa sejumlah leaflet dan buklet pariwisata Indonesia turut ditampilkan di booth Indonesia.




Antusiasme pengunjung begitu tinggi saat pertunjukkan tari Gandrang Bulo di mainkan oleh siswa SIR. Tarian ini merupakan gabungan antara keceriaan dan kerukunan masyarakat Makassar, Sulawesi Selatan. Persembahan tari ini semakin apik saat ia dikolaburasikan dengan jenis tarian serupa yaitu rampak Gendang Jawa Baratdan gerakan dinamis Tari Bali.



Hadir pada perhelatan budaya dan kuliner sekolah ini Wakil Kepala Perwakilan (Wakepri) Dicky Yunus dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh Achmad Ubaedillah. Di dampingi Kepala Sekolah Indonesia Riyadh Abdullah Syifa keduanya berkesempatan mengunjungi dan mencicipi sajian kuliner di stand Indonesia. Kehadiran Wakepri merupakan bentuk dukungan dan apresiasi KBRI terhadap semangat dan kreasi siswa dan para guru SIR dalam memeriahkan acara tersebut. Dicky menyatakan, “event-event kebudayaan dan kuliner seperti ini sangat baik untuk diikuti oleh para siswa Indonesia di SILN sebagai ajang menambah kawan dan meningkatkan kualitas persahabatan antara berbagai negara, khususnya antara Indonesia dan Saudi Arabia.” Kegiatan ini, tegas Dicky, sangat berkontribusi besar bagi misi yang diemban pimpinan KBRI Riyadh sebagai penggagas poros Saunesia (Saudi-Indonesia).


Juara ke Tiga



Pada acara ini stand Indonesia banyak mendapat apresiasi dari penonton. Gerak dan musik tarian daerah yang dinamis dinikmati oleh hadirin yang mayoritas para guru dan siswa tuan rumah maupun perwakilan sejumlah sekolah asing di Riyadh. Sejumlah pertanyaan tentang Indonesia banyak dilontarkan pengunjung, dan di jawab dengan cekatan oleh siswa SIR yang menjaga stand Indonesia. Kali ini Indonesia menempati peringkat ke 3, setelah Palestina dan tuan rumah Saudi Arabia. “Bukan juaranya, yang utama adalah partisipasi para siswa dan guru sebagai duta budaya Indonesia di Saudi Arabia,” tegas Atdikbud Riyadh menyemangati. Semaraknya acara ini, lanjut Atdikbud, tidak lepas dari dukungan pihak Pensosbud KBRI Riyadh yang menyediakan sejumlah brosur “Wonderful Indonesia” dan PT. Indofood yang menyumbangkan beberapa produk unggulannya.




Untuk tampil di acara bergengsi ini persiapan dilakukan oleh pihak SIR dan di dukung oleh kantor Atdikbud Riyadh. Setelah festival bergengsi Janadriyah beberapa minggu lalu, kantor Atdikbud banyak mendapatkan undangan untuk berpartisipasi di perhelatan budaya di Saudi Arabia. Menurut Abdullah Syifa, sebagai ajang promosi budaya Indonesia di Saudi, pihak SIR selalu mendukung kegiatan tersebut sebagai kesempatan emas bagi para siswa untuk tampil di muka publik. Kesuksesan SIR pada acara ini tidak lepas dari dukungan para guru, khususnya guru seni budaya. “Kami bangga menjadikan para siswa kami sebagai duta budaya Indonesia di Saudi Arabia”, tukas guru Seni Budaya SIR, Yati Sumiyati dan Mursimin, bangga.

Partisipasi Atdikbud KBRI Riyadh Pada International Day di King Faisal School (KFS) Riyadh Arab Saudi Selasa, 03 April 2018
04 Apr : 20:42  by Administrator


Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh memenuhi undangan dari King Faisal School Riyadh, salah satu sekolah Arab bonafide yang berlokasi di kompleks Diplomatic Quarter (DQ), untuk berpartisipasi pada kegiatan International Day, Selasa, 03 April 2018 mulai pukul 08.30 sampai dengan 14.00 WSA. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung olah raga King Faisal School dan diikuti oleh 20 negara atau kedutaan besar yang ada di Kerajaan Arab Saudi yaitu: Indonesia, Thailand, Jepang, Cina, India, Lebanon, Palestina, Uni Emirat Arab, Azerbaijan, Yordania, Sudan, Kanada, Jerman, Selandia Baru, Belanda, Swedia, Irlandia, Italia, Swiss, Amerika Serikat dan Arab Saudi sebagai pihak penyelenggara.








Kegiatan International Day di King Faisal School tersebut merupakan bentuk soft diplomacy melalui pertukaran seni budaya, wisata, dan kuliner dari masing-masing negara. Partisipasi Atdikbud KBRI Riyadh pada kegiatan ini adalah untuk yang kedua kalinya yang diwakili oleh Sekolah Indonesia Riyadh (SIR). Pada kegiatan ini, Indonesia mendapatkan kehormatan untuk tampil sebagai pembuka acara dengan menampilkan Tari Gandrang Bulo dari Sulawesi yang dikreasi secara menarik oleh anak-anak Sekolah Indonesia Riyadh atas bimbingan dari guru seni budaya Ibu Siti Yati Sumiyati, guru SD SIR Bapak Mursimin, dan Staf Atdikbud KBRI Riyadh Bapak Lukman Fauzi. Penampilan tarian dengan iringan rampak kendang yang berdurasi 10 (sepuluh menit) tersebut mampu memukau peserta dari negara-negara sahabat dan pihak penyelenggara. Tepuk tangan meriah dari penonton pada akhir tampilan dari anak-anak Sekolah Indonesia Riyadh menggema di area pertunjukan. Hal ini tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia yang sangat kaya budaya dan kesenian dan disukai oleh negara-negara lain. Kegiatan ini juga diliput oleh stasiun televisi lokal dan internasional.




Pada kegiatan tersebut, Indonesia juga memiliki satu booth pameran representasi Indonesia yang di dekorasi dengan tema Wonderful Indonesia oleh guru-guru dan OSIS Sekolah Indonesia Riyadh. Booth pameran Indonesia berisi aneka makanan ringan khas nusantara, diantaranya rempeyek kacang, getuk, onde-onde-onde, sosis solo, kroket, talam ubi, kue sus, kue ku, kue bawang dan cum-cum yang sangat disukai oleh pengunjung. Selain itu, pada booth pameran juga disediakan cup-noddle indomie yang disponsori oleh PT. Indofood Arab Saudi dan ternyata sangat dikenal serta digemari oleh anak-anak Arab Saudi. Booth pameran juga dilengkapi dengan peta Indonesia, booklet wisata unggulan di Indonesia, pin Saudi-Indonesia atau lebih dikenal dengan Saunesia, dan brosur kursus Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) untuk warga negara Arab Saudi. Di antara peserta International day, booth pameran Indonesia merupakan booth yang paling ramai di datangi oleh para peserta dan pengunjung dari awal hingga berakhirnya acara. Petugas booth pameran dari kolaborasi guru dan OSIS SIR, serta siswa King Faisal School cukup kewalahan dengan jumlah dan antusiasme pengunjung di booth pameran Indonesia.






Kegiatan International Day di King Faisal School ini juga dihadiri oleh Wakil Kepala Perwakilan RI (Wakepri) Bapak Dicky Yunus, Atdikbud KBRI Riyadh Bapak Achmad Ubaedillah, dan Kepala Sekolah Indonesia Riyadh Bapak Abdulloh Syifa. Selain sebagai upaya memperkuat hubungan internasional, kegiatan ini juga menjadi salah satu cara efektif untuk promosi budaya, kuliner nusantara, dan promosi wisata Indonesia khususnya untuk negara-negara di Kawasan Timur Tengah. Pada akhir acara, Kepala Sekolah King Faisal School selaku penyelenggara memberikan medali, piagam dan apresiasi yang tinggi kepada KBRI Riyadh yang mewakili Indonesia pada kegiatan ini, dan berharap agar kerja sama yang baik dengan Indonesia dapat ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

Go to page  1 2 3 4 5
Peluang
Kegiatan
Ikuti Kami
Statistik Pengunjung
Flag Counter
Tautan Afiliasi