Galeri
Kunjungan ke Idarah Taklim makkah di KSA 2018

Peninjauan pelaksanaan UNBK SILN di KSA 2018

kegiatan Atdikbud bersama Mhasiswa 2018

Kunjungan Atdikbud ke Kementerian Pendidikan Arab Saudi 2018

Ujian Paket C 2016

Universitas Terbuka Riyadh

Gamelan Show Kyai Ahmad

Upacara Hari Pahlawan di SIR

Upacara peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2015

Gamelan Kyai Ahmad kembali ditabuh oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan
News - Category 'Misc'
Menristekdikti Dorong Anak TKI di Luar Negeri Kuliah ke Perguruan Tinggi
29 Aug : 06:28  by Administrator
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi, Senin (27/8).

Dalam kunjungan ini, Nasir didampingi Konsul Jenderal KBRI Jeddah M. Hery Saripuddin dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh untuk Kerajaan Arab Saudi Achmad Ubaidillah berkesempatan berdialog dengan guru, siswa, mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Jeddah.

Dialog ini juga diikuti melalui video conference oleh Sekjen Kemdikbud Ainun Na’im, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Direktur Pembelajaran Paristiyanti Nurwardani, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, dan jajaran KBRI Arab Saudi, dan jajaran Kemristekdikti.

Dalam sambutannya, Nasir mengingatkan masyarakat Indonesia di luar negeri terutama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilannya agar dapat menjadi tenaga kerja yang terampil sehingga dapat bersaing di era Revolusi Industri 4.0. "Dengan memperoleh pendidikan tinggi yang lebih baik, tenaga kerja Indonesia tidak lagi menjadi tenaga kerja unskilled tapi skilled worker, gaji yang diterima para Tenaga Kerja Indonesia juga akan jauh lebih baik," kata Nasir berdasarkan siaran pers, Selasa (28/8).

Untuk itu, Nasir mendorong putra-putri TKI di Jeddah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. Nasir mengatakan, anak-anak Indonesia lulusan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dapat mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) di Indonesia dari negara masing-masing, tanpa harus tes langsung di Indonesia.

Dijelaskan dia, Kemristekdikti besama panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) telah membuat inovasi Ujian SBMPTN berbasis android dan akan terus disempurnakan untuk membuat ujian masuk PTN menjadi efektif dan efisien. "Harapan ke depannya anak-anak ini dapat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi dari mana saja. Saya sudah meminta Sekjen Kemristekdikti untuk mengomunikasikan kepanitia SBMPTN dan SNMPTN. Tentu ini akan dapat menekan biaya, jauh lebih efisien dan hemat,” terang Nasir.

Mantan rektor Univeristas Diponegoro (Undip) ini mengatakan, bagi anak-anak yang kesulitan secara ekonomi untuk berkuliah, pemerintah akan memberikan beasiswa, antara lain program Bidikmisi yang memang dikhususkan bagi siswa miskin berprestasi.

Sementara Konsul Jenderal Indonesia untuk Jeddah M. Hery Saripuddin mengungkapkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) berupaya memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat Indonesia di Jeddah dalam segala aspek, termasuk pendidikan.

KJRI telah bekerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Indonesia, sebagai implementasi keseriusan pemerintah Indonesia dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak WNI di Jeddah. "Kami berprinsip tidak membedakan anak-anak Indonesia dari latar belakang mana pun. Kami mengupayakan akses pendidikan bagi seluruh anak-anak WNI di Jeddah yang lulus dari Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ). Sebagai implementasinya, kami telah bekerja sama dengan tiga universitas di Indonesia, yaitu Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan UIN Malang," ujarnya.

Sekjen Kemristekdikti Ainun Na’im mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Panitia SMPTN mengenai pelaksanaan seleksi masuk PTN bagi putra-putri Indonesia di luar negeri. Pemerintah menyediakan Pusat Layanan Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri bisa dilaksanakan mulai tahun depan, dan tes dapat dilakukan beberapa kali.

http://www.beritasatu.com/satu/507464-menristekdikti-dorong-anak-tki-di-luar-negeri-kuliah-ke-perguruan-tinggi.html
printer friendly create pdf of this news item
0
Dorong TKI Lanjut Kuliah, Menristekdikti Siapkan Beasiswa
29 Aug : 06:26  by Administrator
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengingatkan TKI meningkatkan pendidikan dan keterampilannya agar menjadi skilled worker sehingga bisa bersaing di era Revolusi Industri 4.0.

Dengan menjadi tenaga kerja ‘unskilled’ tapi ‘skilled worker’, gaji yang diterima para TKI juga akan jauh lebih baik.

Dia juga mendorong putra-putri TKI di Jeddah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi.

Menteri Nasir mengatakan, anak-anak Indonesia lulusan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) bisa mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia dari negara masing-masing, tanpa harus tes langsung di Indonesia.

Bagi anak-anak yang kesulitan secara ekonomi untuk berkuliah, Menteri Nasir berjanji akan memberikan beasiswa, antara lain melalui program Bidikmisi.

“Kemenristekdikti besama Panitia SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) telah membuat inovasi ujian SBMPTN berbasis android. Harapan ke depannya anak-anak ini bisa mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi dari mana saja," ungkp Menteri Nasir saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Senin (27/8).

Kunjungan ini dilakukan Menteri Nasir usai melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

Konsul Jenderal Indonesia untuk Jeddah M. Hery Saripuddin mengungkapkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) berupaya memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat Indonesia di Jeddah dalam segala aspek.

https://m.jpnn.com/news/dorong-tki-lanjut-kuliah-menristekdikti-siapkan-beasiswa
printer friendly create pdf of this news item
0
Menristekdikti Imbau TKI Tak Lupakan Pendidikan
29 Aug : 06:25  by Administrator
Jeddah – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengimbau para tenaga kerja Indonesia (TKI) tetap peduli dengan pendidikan.

Dia beralasan, TKI butuh meningkatkan pendidikan dan keterampilan untuk bersaing sebagai tenaga kerja yang terampil (skilled worker), sehingga dapat bertahan di era Revolusi Industri 4.0.

“Dengan memperoleh pendidikan tinggi yang lebih baik, tenaga kerja Indonesia tidak lagi menjadi tenaga kerja `unskilled` tapi `skilled worker`, gaji yang diterima para tenaga kerja Indonesia juga akan jauh lebih baik,” kata Menristekdikti saat berkunjung ke Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi, pada Senin (27/8).

Untuk mendorong upaya tersebut, Nasir mengundang putra-putri TKI lulusan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi di Indonesia dari negara masing-masing, tanpa harus tes langsung di Indonesia.

Dia menuturkan, Kemristekdikti bersama panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) telah membuat inovasi ujian berbasis android. Harapannya para calon mahasiswa dapat mengikiti seleksi masuk perguruan tinggi dari mana saja.

“Bagi anak-anak yang kesulitan secara ekonomi untuk berkuliah, pemerintah berjanji akan memberikan beasiswa, antara lain melalui Program Bidikmisi,” jelasnya.

Sementara Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) untuk Jeddah M. Hery Saripuddin mengatakan, KJRI telah bekerjasama dengan tiga perguruan tinggi di Indonesia, sebagai implementasi keseriusan pemerintah RI dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak WNI di Jeddah.

Ketiga perguruan tinggi tersebut yakni Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Islam Negeri Malang.

"Kami berprinsip tidak membedaka-bedakan anak-anak Indonesia dari latar belakang manapun. Kami mengupayakan akses pendidikan bagi seluruh anak-anak WNI di Jeddah yang lulus dari Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ)," ujar Sarifuddin.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im menyatakan telah berkomunikasi dengan panitia SBMPTN mengenai pelaksanaan seleksi bagi putra-putri Indonesia yang berada di luar negeri.

Dari komunikasi yang terjalin telah disepakati bahwa Pusat Layanan Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri bisa dilaksanakan mulai tahun depan, dan tes dapat dilakukan beberapa kali.

http://www.jurnas.com/mobile/artikel/39964/Menristekdikti-Imbau-TKI-Tak-Lupakan-Pendidikan/
printer friendly create pdf of this news item
0
Menristekdikti Sambangi Sekolah Indonesia Jeddah
29 Aug : 06:23  by Administrator
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menegaskan, pihaknya berkomitmen memberikan beasiswa penuh bagi siswa lulusan Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Sekolah Indonesia Mekkah (SIM) dan Sekolah Indonesia Riyadh (SIR).

Komitmen tersebut disampaikan Menristekdikti pada pertemuan dengan para guru SIJ dan perwakilan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) yang berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Jeddah, Dammam dan Riyadh, pada Senin, (27/8). Kehadiran Menristekdikti dan rombongan di SIJ disambut dengan Tari Makan Sirih (Sekapur Sirih) dari Melayu Deli Sumatra Utara dan atraksi pencak silat yang dibawakan siswa-siswa SIJ.

Dalam keterangan resmi yang diterima hajiumrahnews.com pada Selasa (28/8), disebutkan pada pertemuan yang diisi dengan dialog itu turut dihadiri oleh Konsul Jenderal RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh, Achmad Ubaedillah, dan jajaran homestaff KJRI.


“Pak Sekjen, tolong dicatat. Mahasiswa Indonesia yang dari Jeddah, Arab Saudi, mungkin ada yang di Mekkah, ada yang di Riyadh, mereka yang masuk di perguruan tinggi negeri di Indonesia akan kami berikan beasiswa. Kalau yang diterima tiga puluh, akan saya berikan semuanya tiga puluh,” kata Menristekdikti melalui video conference dengan jajaran pejabat tinggi di Kemenristekdikti, Jakarta.

Kedatangan Menristekdikti ke SIJ dalam rangka menindaklanjuti kerja sama Kemenristekdikti dan Kemendikbud terkait penyiapan guru profesional di SIJ dan pembinaan mahasiswa Indonesia di luar negeri. Selain, itu Nasir pun berjanji tengah mengupayakan uji coba tes masuk ke perguruan tinggi negeri melalui aplikasi android sehingga siswa tidak harus pulang ke Indonesia.

Menristekdikti menyampaikan pihaknya tengah mempersiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia untuk bisa bersaing dengan Negara lain di era revolusi Industri 4.0. Nasir menegaskan, Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) Tahun 2017-2045 yang disusun untuk menyelaraskan kebutuhan riset jangka panjang dengan arah pembangunan nasional, dan sejumlah karya anak bangsa yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

“Negara yang besar adalah yang punya inovasi. Tanpa riset inovasi tidak akan terjadi,” ujarnya.

Menristekdikti dan rombongan di SIJ disambut dengan Tari Makan Sirih (Sekapur Sirih) dari Melayu Deli Sumatra Utara dan atraksi pencak silat yang dibawakan siswa-siswa SIJ.
Menristekdikti dan rombongan di SIJ disambut dengan Tari Makan Sirih (Sekapur Sirih) dari Melayu Deli Sumatra Utara dan atraksi pencak silat yang dibawakan siswa-siswa SIJ.
Konjen Mohammad Hery Saripudin dalam sambutannya menyampaikan sejarah SIJ yang merupakan community based school dan didirikan oleh Dharma Wanita Persatuan Perwakilan RI di Jeddah yang saat itu masih berstatus KBRI sebelum pindah ke Riyadh. Begitu pula dengan Sekolah Indonesia Mekkah yang kelahirannya dibidani oleh PCINU Arab Saudi.

Menurutnya, dalam setahun ini KJRI Jeddah telah menjalin kerja sama kemitraan dengan tiga perguruan tinggi negeri di Tanah Air: Di antaranya Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Islam Negeri (UIN), Malang.

Kerja sama ini, kata Konjen, diwujudkan dalam bentuk pelatihan untuk meningkatkan kompetensi para guru sekolah, pelatihan bagi calon guru Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)/training of traners, pemberian akses masuk bagi para lulusan sekolah Indonesia di Jeddah dan Mekkah ke tiga perguruan tinggi tersebut.

“Tahun ini sebanyak 19 siswa lulusan siswa SIJ dan SIM diterima. Jadi, kenaikannya lebih dari dua kali lipat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Konjen menegaskan bahwa KJRI Jeddah sebagai citizen service mission menitikberatkan pada perlindungan dan pelayanan WNI, termasuk pelayanan akses pendidikan bagi anak-anak WNI tanpa memandang etnis, daerah dan statusnya, berdokumen resmi atau tidak.

Hery menambahkan, kegiatan pendampingan tugas pimpinan yang biasa disebut protokoler bukan pekerjaan mudah. Selain petugas protokol harus cekatan, supel, mampu mengerjakan banyak hal, juga banyak faktor teknis serta non teknis yang harus mereka dikuasai.

http://hajiumrahnews.com/2018/08/28/menristekdikti-sambangi-sekolah-indonesia-jeddah/
printer friendly create pdf of this news item
0
Menristekdikti Dorong Putra Putri TKI di Luar Negeri Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi
28 Aug : 11:12  by Administrator
JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi (27/8). Kunjungan ini dilakukan Menristekdikti usai melaksanakan Ibadah Haji di Tanah Suci.

Dalam kunjungan ini Menristekdikti didampingi Konsul Jenderal KBRI Jeddah M. Hery Saripuddin dan Atdikbud KBRI Riyadh untuk Kerajaan Arab Saudi Achmad Ubaiedillah berkesempatan berdialog dengan guru, siswa, mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Jeddah.

Dialog ini juga diikuti melalui ‘video conference’ oleh Sekretaris Jenderal Ainun Na’im, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Direktur Pembelajaran Paristiyanti Nurwardani, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, dan jajaran KBRI Arab Saudi, dan jajaran Kemenristekdikti.

Dalam sambutannya, Menteri Nasir mengingatkan masyarakat Indonesia di luar negeri terutama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk senantiasa meningkatkan pendidikan dan keterampilannya agar dapat menjadi tenaga kerja yang terampil (skilled worker) sehingga dapat bersaing di era Revolusi Industri 4.0. Dengan memperoleh pendidikan tinggi yang lebih baik, tenaga kerja Indonesia tidak lagi menjadi tenaga kerja ‘unskilled’ tapi ‘skilled worker’, gaji yang diterima para Tenaga Kerja Indonesia juga akan jauh lebih baik.

Menristekdikti Mohamad Nasir pada kesempatan ini juga mendorong putra-putri Tenaga Kerja Indonesia di Jeddah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. Menteri Nasir mengatakan bahwa anak-anak Indonesia lulusan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dapat mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia dari Negara masing-masing, tanpa harus tes langsung di Indonesia. Bagi anak-anak yang kesulitan secara ekonomi untuk berkuliah, Menteri Nasir berjanji akan memberikan beasiswa, antara lain melalui Program Bidikmisi.

“Kemenristekdikti besama Panitia SBMPTN telah membuat inovasi Ujian SBMPTN berbasis android dan akan terus disempurnakan untuk membuat ujian masuk PTN menjadi efektif dan efisien. Harapan kedepannya anak-anak ini dapat mengikiti seleksi masuk perguruan tinggi dari mana saja, Saya sudah meminta Sesjen Kemenristekdikti untuk mengkomunikasikan kepanitia SBMPTN dan SNMPTN. Tentu ini akan dapat menekan biaya, jauh lebih efisien dan hemat,” terang Menteri Nasir.

Pada kesempatan ini Menristekdikti juga menyampaikan berbagai terobosan dan kebijakan yang telah dilakukan Kemenristekdikti untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia Indonesia untuk bersaing dengan Negara lain di Era Revolusi 4.0.

Menjawab pertanyaan tentang road map riset Indonesia dalam 20 tahun kedepan, Pemerintah RI telah menerbitkan Perpres Nomor 38 tahun 2018 terkait Rencana Induk Riset Nasional (RIRN). RIRN diharapkan akan menjadi pedoman dan peta jalan riset dan pengembangan iptek dan inovasi jangka menengah dan panjang. Selain itu, diharapkan akan bisa mensinergikan setiap riset kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah dan masyarakat/komunitas penelitian. Menteri Nasir juga menginformasikan beberapa inovasi yang didasari ke sepuluh prioritas RIRN, diantaranya dalam bidang transportasi adalah kapal pelat datar dan motor listrik Gesit, teknologi maju adalah produk-produk nanoteknologi dalam bidang kesehatan dan industri, energi baru dan terbaharukan seperti teknologi matahari, air, angin, panas bumi, hidrogen biodiesel, arus laut.

Konsul Jenderal Indonesia untuk Jeddah M. Hery Saripuddin mengungkapkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) berupaya memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat Indonesia di Jeddah dalam segala aspek, termasuk pendidikan. KJRI telah bekerjasama dengan tiga perguruan tinggi di Indonesia, sebagai implementasi keseriusan pemerintah RI dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak WNI di Jeddah.

“Kami berprinsip tidak membedaka-bedakan anak-anak Indonesia dari latar belakang manapun. Kami mengupayakan akses pendidikan bagi seluruh anak-anak WNI di Jeddah yang lulus dari Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ). Sebagai implementasinya kami telah bekerjasama dengan tiga universitas di Indonesia, yaitu Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan UIN Malang,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im dalam sesi dialog mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Panitia Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri mengenai pelaksanaan Seleksi Masuk PTN bagi putra-putri Indonesia yang berada di luar negeri. Dari komunikasi yang terjalin telah disepakati bahwa Pusat Layanan Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri bisa dilaksanakan mulai tahun depan, dan tes dapat dilakukan beberapa kali.

Sementara itu Direktur Pembelajaran Paristiyanti menjelaskan bahwa bagi mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri dapat melakukan penyetaraan ijazah di Kemenristekdikti secara daring dengan mengakses ijazahln.ristekdikti.go.id. Tim Penyetaraan Ijazah Kemenristekdikti kemudian akan melakukan penelaahan mengenai ijazah tersebut dan hasilnya dapat diperoleh dalam jangka waktu lebih kurang 10 hari kerja. (DRA/FH)


Read more at https://www.ristekdikti.go.id/menristekdikti-dorong-putra-putri-tki-di-luar-negeri-melanjutkan-pendidikan-ke-perguruan-tinggi/#xzlFCywvgIdLMAhi.99
printer friendly create pdf of this news item
0
Kunjungan Atdikbud ke Rektor FKUPM Dahran
24 Jul : 11:46  by Administrator



Pada tanggal 17 Juli 2018, Atdikbud bertemu Rektor King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM), Dr Sahel N. Abduljauwad. Pada pertemuan perkenalan tersebut Atdikbud menyampaikan maksud kedatangannya dalam rangka penggalian dalam bidang pendidikan antara pemerintah Indonesia dan pihak King Fahd University of Petroleum and Minerals (KFUPM) Dahran khususnya dalam bidang riset.




Rektor KFUPM dalam pertemuan ini menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

a. KFUPM telah bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dan berbagai perusahaan asing yang bergerak dibidang tekhnologi dan sumber daya energi.
b. KFUPM juga telah menerima pelajar dari berbagai negara termasuk Indonesia melalui mekanisme seleksi yang ketat.
c. KFUPM siap bekerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia dalam bidang riset-riset unggulan.

Atdikbud dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan hal hal :
a.KFPUPM perlu meningkatkan promosinya agar dikenal di Indonesia pendidikan ilmu ilmu keislaman dan Bahasa Arab.
b.Atdikbud berharap KFPUPM dapat memberikan peluang bagi lulusan SMA SILN di Kerajaan Arab Saudi untuk study di Universitas tersebut.
c.Atdikbud mengharap kehadiran Rektor dan civitas akademik KFUPM untuk berkunjung ke Indonesia untuk mengenal lebih dekat dunia pendidikan, kebudayaan dan destinsi wisata selain Bali dan Kawasan Puncak Bogor yang sedang dikenal luas oleh warga Saudi Arabia.
d.Atdikbud juga menyampaikan banyaknya mahasiswa (baik S1 dan S2) Indonesia yang berkualitas untuk belajar di KFUPM.




Selanjutnya Atdikbud beserta Tim mendapatkan paparan sekilas tentang keunggulan keunggulan dan prestasi KFUPM.

printer friendly create pdf of this news item
0
Workshop Metodologi Pembelajaran Kolaburatif 2018
24 Jul : 10:32  by Administrator




Dalam rangka meningkatkan kualitas dan keterampilan pembelajaran para guru SILN, Atdikbud KBRI Riyadh mengadakan “Workshop Metodologi Pembelajaran Kolaboratif 2018”, di kota Riyadh dan Jeddah.



Kegiatan workshop tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 20 – 21 Juli 2018 bagi guru SIR (dilaksanakan di Riyadh) dan Workshop II dilaksanakan pada tanggal 23 – 25 Juli 2018 bagi guru SIJ dan SIM (dilaksanakan di Jeddah) selanjutnya dilakukan pembinaaan juga untuk guru dari kemendikbud.




Kegiatan ini diikuti oleh para guru dilingkungan SILN dan PKBM se- Saudi Arabia.

printer friendly create pdf of this news item
0
Indonesia Cultural Night 2018
07 May : 08:31  by Administrator


Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh dan Atdikbud KBRI Riyadh bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan malam promosi budaya Indonesia di Gedung KBRI Riyadh pada hari Kamis dan Jum’at, 3-4 Mei 2018. Acara yang bertajuk Indonesia Cultural Night Bamboo Harmony tersebut dilaksanakan selama dua hari dengan menampilkan tim kesenian yang didatangkan dari Indonesia yaitu Tim Thilung dari Jogja dan Tim Angklung Saung Udjo dari Bandung. Acara Malam Kebudayaan Indonesia itu, dibagi menjadi dua sesi, untuk sesi pertama dilaksanakan pada hari Kamis malam 3 Mei 2018 yang diperuntukkan bagi para perwakilan Dilpomatik negara-negara sahabat di Arab Saudi dan warga negara Arab Saudi. Sedangkan sesi dua dilaksanakan pada hari Jum’at Malam, 4 Mei 2018 yang diperuntukkan kepada seluruh warga negara Indonesia yang berada di Arab Saudi. Acara malam kebudayaan Indonesia tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya promosi budaya Indonesia kepada diplomat dari negara-negara sahabat dan khususnya kepada warga negara Arab Saudi.




Acara Indonesia Cultural Night Bamboo Harmony sesi pertama Kamis, 3 Mei 2018 di buka oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Pada sambutannya Bapak Duta Besar menerangkan bahwa, musik Angklung sebagai kekayaan budaya Nusantara tidak hanya sekedar permainan musik saja namun dalam memainkan musik angklung juga memiliki makna perlunya kerja sama untuk membangun sebuah harmoni. Demikian pula hubungan bilateral antara Kerajaan Arab Saudi dengan Indonesia yang dikenal dengan Poros Saunesia tentu memerlukan kerja sama yang baik, saling menghormati dan menghargai harkat, martabat, serta keluhuran budaya dari kedua negara. Kerja sama yang telah berlangsung berpuluh-puluh tahun antara Arab Saudi dengan Indonesia akan tetap terjalin dan terus ditingkatkan baik pada masa pemerintahan saat ini maupun masa mendatang. Bapak Duta Besar RI Bersama Ibu Duta Besar juga turut serta mengisi acara pada malam kebudayaan Indonesia itu dengan melantunkan Shalawat Badr diiringi oleh alunan musik grup Thilung dari Yogyakarta. Seolah tidak mau ketinggalan, salah seorang warga Saudi pada kesempatan berikutnya juga ikut menyumbangkan shalawat yang dihafalnya dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia selain kaya akan budaya juga merupakan negara dengan muslim moderat yang unsur-unsur budayanya dapat dikenal dan diterima dengan baik oleh warga Arab Saudi.



Pada sesi pertama ini, KBRI Riyadh mengundang 300 undangan yang ditujukan kepada warga negara asing khususnya warga negara Arab Saudi. Turut hadir dan menyaksikan malam kebudayaan Indonesia itu adalah Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak Najamudin Ramli, dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh Bapak Achmad Ubaedillah. Pada sesi pertama ini, KBRI Riyadh membagikan goody bag dan menyediakan aneka kuliner Nusantara kepada tamu undangan yang hadir. Aneka hidangan khas nusantara yang disediakan antara lain sate ayam dan sate kambing Madura, bakso, nasi goreng, es campur, kopi dan teh khas Indonesia. Produk-produk unggulan Indonesia yang sudah go International dan dikenal oleh warga Saudi dari para sponsor juga turut meramaikan acara tersebut mulai dari Indomie, teh botol sosro, sasa inti, kopiko, serta produk-produk jasa perbankan dari BRI dan BNI.




Warga Arab Saudi sangat antusias menghadiri acara malam kebudayaan Indonesia ini. Hal ini terlihat dari penuhnya kursi undangan yang disediakan oleh KBRI Riyadh. Selain Diplomat Asing, umumnya warga Saudi yang hadir adalah orang-orang yang tertarik pada budaya Indonesia bahkan sebagian besar mereka mampu berbahasa Indonesia karena mereka ikut dalam program Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) yang diselenggarakan oleh Atdikbud KBRI Riyadh. Fina Feer, perempuan pertama di Riyadh yang belajar bahasa Indonesia melalui program BIPA menyatakan rasa senang dan bangga dapat hadir pada acara malam kebudayaan Indonesia. Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan pertunjukan musik angklung yang menurutnya sangat mempesona. Sementara itu, Syech Ibrahim yang juga Belajar BIPA melalui Atdikbud KBRI Riyadh menyatakan bahwa dirinya senang terhadap budaya Indonesia, senang belajar bahasa Indonesia, senang berkunjung ke Indonesia karena alamnya yang indah, senang makanan Indonesia yang enak, dan senang mengenal orang Indonesia yang baik serta ramah. Syech Ibrahim berharap suatu saat nanti setelah ia mahir berbahasa Indonesia, ia akan dapat mengikuti jejak sahabatnya Syech Ali Jaber untuk berceramah di stasiun-stasiun televisi di Indonesia.




Acara pamungkas dari sesi pertama Indonesia Cultural Night Bamboo Harmony yaitu bermain angklung bersama tamu undangan yang hadir. KBRI Riyadh membagikan 100 angklung kepada warga negara asing dan dengan dipandu oleh Tim Angklung Saung Udjo Bandung, warga negara asing larut dalam keasyikan bermain angklung beberapa lagu yang menambah semaraknya acara malam kebudayaan Indonesia.




Sesi kedua Malam Kebudayaan Indonesia di KBRI Riyadh dilaksanakan pada hari Jum’at malam, 4 Mei 2018. Pada malam kedua ini, acara diperuntukkan bagi seluruh WNI yang berada di Arab Saudi. Sekitar 500 WNI memadati area lapangan KBRI Riyadh pada malam kebudayaan tersebut. Pada malam kedua ini Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Ditjen Kemendikbud RI Bapak Najamudin Ramli, memberikan sambutan singkat yang mengapresiasi dan mendukung upaya-upaya diplomasi budaya melalui kegiatan Indonesia Cultural Night Bamboo Harmony ini. Beliau berharap dengan penyelenggaraan acara ini dapat lebih mempopulerkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional khsususnya di Kerajaan Arab Saudi. Dengan demikian, jika hal ini berhasil tentu akan mendorong warga Saudi untuk melakukan kunjungan wisata ke Indonesia. Bapak Najamudin Ramli juga berkenan menyanyikan dua lagu dangdut diiringi oleh Tim Angklung Saung Udjo dan menambah meriah acara malam itu.




Alunan musik angklung dan thilung membius WNI yang hadir sehingga ikut bernyanyi bersama menyanyikan lagu-lagu tradisional dari berbagai daerah di Indonesia dan lagu-lagu dangdut yang familier bagi warga negara Indonesia. Pertunjukan malam kebudayaan ini menjadi pengobat rindu bagi WNI yang berada di Arab Saudi tehadap budaya Indonesia. Acara malam kebudayaan Indonesia berakhir tepat pada pukul 00.00 WSA, sesuai izin yang diberikan oleh pemerintah Saudi kepada KBRI Riyadh.
Salah satu bagian tak terpisahkan dari acara Indonesia Cultural Night Bamboo Harmony adalah adanya kursus singkat bermain angklung yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Mei 2018. KBRI Riyadh memfasilitasi 100 angklung yang merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk dimainkan bersama oleh Guru dan Siswa Sekolah Indonesia Riyadh, dan Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Riyadh. Acara kursus singkat yang berlangsung dari pukul 10.00-13.00 WSA tersebut dibuka oleh Bapak Wakil Kepala Perwakilan (Wakepri) KBRI Riyadh, Bapak Dicky Yunus.




Dalam sambutannya Bapak Wakepri bepesan agar kesempatan ini digunakan sebaik-baiknya untuk belajar bermain angklung yang nantinya diharapkan dapat ditampilkan pada berbagai festival kebudayaan di Arab Saudi. Meskipun pada awalnya peserta kursus masih asing memainkan alat musik angklung ini namun dengan kepiawaian dari Tim Angklung Saung Udjo Bandung yan sudah go International dalam waktu kurang lebih satu jam para peserta kursus sudah dapat menghafal satu lagu untuk dimainkan bersama. Selain menambah keterampilan peserta, melalui para peserta kursus singkat angklung ini diharapkan dapat menjadi agen-agen promosi budaya Indonesia kepada masyarakat di Kerajaan Arab Saudi di masa yang akan datang.

printer friendly create pdf of this news item
0
scholarship in Indonesia for strata one and magister 2018
17 Apr : 07:47  by Administrator


The Indonesian government realizes that higher education could compose a more constructive role in helping such a country to achieve a long-term socio-economic goal as it has a clear and practical impact on society. We are convinced that it can promote responsible citizens, ethical behavior, educational ambition, professional development in a broad range of fields, and even cross border engagement. And as part of our commitment to help our international society surviving the global social and economic challenges, sharing our experience and resources in nurturing highly skilled and educated society has become our primary approach to contribute in the human resources development in our neighboring developing countries. The developing countries certainly need leaders, well-mannered society, educated citizens, and skilled workers for their industry, government, and academia. In this respect, the KNB scholarship offered by the Indonesian government provides the opportunity for potential students in developing countries to develop their knowledge and competencies that will subsequently enhance their chances to fulfill those roles back in their home countries. The KNB scholarship opens the opportunity to experience life in the culturally most diverse nation in the world while studying and earning a master degree.



The scholarship is offered to potential students from developing countries to earn their Master Degree at one of 16 prominent universities in Indonesia. Between 2009 – 2017 periods, we have been awarding 992 scholarships to students coming from 71 developing countries around the world.

The Program Objectives:
  • To contribute in the human resource development in the developing countries
    To promote deeper cultural understanding among developing countries
    To strengthen the relationship and cooperation among developing countries
printer friendly create pdf of this news item
0
Siswa Indonesia Riyadh Meriahkan International Day 2018 di King Faisal School
04 Apr : 14:02  by Administrator


Siswa Sekolah Indonesia Riyadh (SIR) ikut memeriahkan acara International day yang dilaksanakan oleh King Faisal School Riyadh, Selasa 3 April 2018. Pada acara tahunan itu sejumlah utusan perwakilan negarasahabat turut hadir dengan menampilkan seni budaya dan kuliner masing-masing. Pameran yang digelar oleh siswa KFS tersebut diikuti sebanyak 15 kedutaan Asing, selain tuan rumah Saudi Arabia. Kali ini KBRI Riyadh diwakili SIR yang mengusung tema Batik Indonesia.






Selain penampilkan tarian Gandrang Bulo dari Sulawesi Selatan, pada acara khusus siswa sekolah ini dipamerkan barang- barang seni budaya Indonesia seperti Patung Bali, Boneka Baju Adat Indonesia dari Kalimantan dan lainnya. Acara semakin semarak saat kuliner Indonesia, seperti Onde-Onde, Kue Talam, Kue Sus, Kue Kroket dan lainnya dihidangkan dan dinikmati penonton yang memadati gedung pertunjukkan. Tak lupa sejumlah leaflet dan buklet pariwisata Indonesia turut ditampilkan di booth Indonesia.




Antusiasme pengunjung begitu tinggi saat pertunjukkan tari Gandrang Bulo di mainkan oleh siswa SIR. Tarian ini merupakan gabungan antara keceriaan dan kerukunan masyarakat Makassar, Sulawesi Selatan. Persembahan tari ini semakin apik saat ia dikolaburasikan dengan jenis tarian serupa yaitu rampak Gendang Jawa Baratdan gerakan dinamis Tari Bali.



Hadir pada perhelatan budaya dan kuliner sekolah ini Wakil Kepala Perwakilan (Wakepri) Dicky Yunus dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh Achmad Ubaedillah. Di dampingi Kepala Sekolah Indonesia Riyadh Abdullah Syifa keduanya berkesempatan mengunjungi dan mencicipi sajian kuliner di stand Indonesia. Kehadiran Wakepri merupakan bentuk dukungan dan apresiasi KBRI terhadap semangat dan kreasi siswa dan para guru SIR dalam memeriahkan acara tersebut. Dicky menyatakan, “event-event kebudayaan dan kuliner seperti ini sangat baik untuk diikuti oleh para siswa Indonesia di SILN sebagai ajang menambah kawan dan meningkatkan kualitas persahabatan antara berbagai negara, khususnya antara Indonesia dan Saudi Arabia.” Kegiatan ini, tegas Dicky, sangat berkontribusi besar bagi misi yang diemban pimpinan KBRI Riyadh sebagai penggagas poros Saunesia (Saudi-Indonesia).


Juara ke Tiga



Pada acara ini stand Indonesia banyak mendapat apresiasi dari penonton. Gerak dan musik tarian daerah yang dinamis dinikmati oleh hadirin yang mayoritas para guru dan siswa tuan rumah maupun perwakilan sejumlah sekolah asing di Riyadh. Sejumlah pertanyaan tentang Indonesia banyak dilontarkan pengunjung, dan di jawab dengan cekatan oleh siswa SIR yang menjaga stand Indonesia. Kali ini Indonesia menempati peringkat ke 3, setelah Palestina dan tuan rumah Saudi Arabia. “Bukan juaranya, yang utama adalah partisipasi para siswa dan guru sebagai duta budaya Indonesia di Saudi Arabia,” tegas Atdikbud Riyadh menyemangati. Semaraknya acara ini, lanjut Atdikbud, tidak lepas dari dukungan pihak Pensosbud KBRI Riyadh yang menyediakan sejumlah brosur “Wonderful Indonesia” dan PT. Indofood yang menyumbangkan beberapa produk unggulannya.




Untuk tampil di acara bergengsi ini persiapan dilakukan oleh pihak SIR dan di dukung oleh kantor Atdikbud Riyadh. Setelah festival bergengsi Janadriyah beberapa minggu lalu, kantor Atdikbud banyak mendapatkan undangan untuk berpartisipasi di perhelatan budaya di Saudi Arabia. Menurut Abdullah Syifa, sebagai ajang promosi budaya Indonesia di Saudi, pihak SIR selalu mendukung kegiatan tersebut sebagai kesempatan emas bagi para siswa untuk tampil di muka publik. Kesuksesan SIR pada acara ini tidak lepas dari dukungan para guru, khususnya guru seni budaya. “Kami bangga menjadikan para siswa kami sebagai duta budaya Indonesia di Saudi Arabia”, tukas guru Seni Budaya SIR, Yati Sumiyati dan Mursimin, bangga.

printer friendly create pdf of this news item
0
Go to page  1 2 3 4 5 6 7 8 9
Peluang
Kegiatan
Ikuti Kami
Statistik Pengunjung
Flag Counter
Tautan Afiliasi