Galeri
Kunjungan ke Idarah Taklim makkah di KSA 2018

Peninjauan pelaksanaan UNBK SILN di KSA 2018

kegiatan Atdikbud bersama Mhasiswa 2018

Kunjungan Atdikbud ke Kementerian Pendidikan Arab Saudi 2018

Ujian Paket C 2016

Universitas Terbuka Riyadh

Gamelan Show Kyai Ahmad

Upacara Hari Pahlawan di SIR

Upacara peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2015

Gamelan Kyai Ahmad kembali ditabuh oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan
Mendikbud Canangkan Gerakan Anti Kekerasan di Lingkungan Pendidikan
27 Jan : 07:11  by Administrator
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyambangi SMAN 8 Tangerang Selatan untuk mencanangkan Gerakan Anti Kekerasan di Lingkungan Pendidikan. Di sekolah tersebut, kedatangannya telah dinanti oleh peserta didik dari SMAN 8 Tangerang Selatan, SMPN 2 Tangerang Selatan, dan SDN 01 Cirendeu. Gerakan Anti Kekerasan di Lingkungan Pendidikan merupakan bentuk perlindungan terhadap anak di lingkungan sekolah yang telah diatur di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Sekolah.

"Selama ini, tindak kekerasan di sekolah tidak dianggap sebagai permasalahan pendidikan, mulai sekarang ini jadi masalah pendidikan. Kita berharap permasalahan-permasalahan ini nanti bisa sama-sama kita cegah," ujar Mendikbud di SMAN 8 Tangerang Selatan, Banten, (25/1/2016).

Dengan adanya pencanangan Gerakan Anti Kekerasan di Lingkungan Pendidikan ini, setiap sekolah diwajibkan memasang papan informasi nomor telepon kantor polisi dan tempat-tempat terkait lainnya. Sesuai dengan Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015, pemerintah daerah atau dinas pendidikan dapat menindak sekolah yang terdapat aksi kekerasan.

Dalam kunjungannya, Mendikbud juga memberikan penjelasan tentang apa itu perundungan atau bullying, dan bagaimana bentuk pencegahan, penanggulangan, dan pemberian sanksi terhadap kasus perundungan. "Kalian harus peduli, temannya peduli, gurunya peduli, kepsek juga harus peduli. Biasanya di sekolah itu terjadinya perundungan ya, itu bullying tapi bahasa Indonesianya perundungan. Mulai sekarang ke depan pakai kosakatanya perundungan, jangan lagi bullying ya," tuturnya.

Ia juga melakukan diskusi dan tanya-jawab dengan para siswa yang tampak antusias dan aktif bertanya mengenai perundungan. Mendikbud juga mengingatkan kepada siswa yang hadir agar peduli terhadap lingkungan di sekolahnya. Ia berharap semua pihak harus peduli terhadap isu kekerasan ini.
Peluang
Kegiatan
Ikuti Kami
Statistik Pengunjung
Flag Counter
Tautan Afiliasi