News Item: Menristekdikti Dorong Anak TKI di Luar Negeri Kuliah ke Perguruan Tinggi
(Category: Misc)
Posted by Administrator
Wednesday 29 August 2018 - 06:28:33

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi, Senin (27/8).

Dalam kunjungan ini, Nasir didampingi Konsul Jenderal KBRI Jeddah M. Hery Saripuddin dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh untuk Kerajaan Arab Saudi Achmad Ubaidillah berkesempatan berdialog dengan guru, siswa, mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Jeddah.

Dialog ini juga diikuti melalui video conference oleh Sekjen Kemdikbud Ainun Na’im, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Direktur Pembelajaran Paristiyanti Nurwardani, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, dan jajaran KBRI Arab Saudi, dan jajaran Kemristekdikti.

Dalam sambutannya, Nasir mengingatkan masyarakat Indonesia di luar negeri terutama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilannya agar dapat menjadi tenaga kerja yang terampil sehingga dapat bersaing di era Revolusi Industri 4.0. "Dengan memperoleh pendidikan tinggi yang lebih baik, tenaga kerja Indonesia tidak lagi menjadi tenaga kerja unskilled tapi skilled worker, gaji yang diterima para Tenaga Kerja Indonesia juga akan jauh lebih baik," kata Nasir berdasarkan siaran pers, Selasa (28/8).

Untuk itu, Nasir mendorong putra-putri TKI di Jeddah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. Nasir mengatakan, anak-anak Indonesia lulusan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dapat mengikuti Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) di Indonesia dari negara masing-masing, tanpa harus tes langsung di Indonesia.

Dijelaskan dia, Kemristekdikti besama panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) telah membuat inovasi Ujian SBMPTN berbasis android dan akan terus disempurnakan untuk membuat ujian masuk PTN menjadi efektif dan efisien. "Harapan ke depannya anak-anak ini dapat mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi dari mana saja. Saya sudah meminta Sekjen Kemristekdikti untuk mengomunikasikan kepanitia SBMPTN dan SNMPTN. Tentu ini akan dapat menekan biaya, jauh lebih efisien dan hemat,” terang Nasir.

Mantan rektor Univeristas Diponegoro (Undip) ini mengatakan, bagi anak-anak yang kesulitan secara ekonomi untuk berkuliah, pemerintah akan memberikan beasiswa, antara lain program Bidikmisi yang memang dikhususkan bagi siswa miskin berprestasi.

Sementara Konsul Jenderal Indonesia untuk Jeddah M. Hery Saripuddin mengungkapkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) berupaya memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat Indonesia di Jeddah dalam segala aspek, termasuk pendidikan.

KJRI telah bekerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Indonesia, sebagai implementasi keseriusan pemerintah Indonesia dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak WNI di Jeddah. "Kami berprinsip tidak membedakan anak-anak Indonesia dari latar belakang mana pun. Kami mengupayakan akses pendidikan bagi seluruh anak-anak WNI di Jeddah yang lulus dari Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ). Sebagai implementasinya, kami telah bekerja sama dengan tiga universitas di Indonesia, yaitu Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan UIN Malang," ujarnya.

Sekjen Kemristekdikti Ainun Na’im mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Panitia SMPTN mengenai pelaksanaan seleksi masuk PTN bagi putra-putri Indonesia di luar negeri. Pemerintah menyediakan Pusat Layanan Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri bisa dilaksanakan mulai tahun depan, dan tes dapat dilakukan beberapa kali.

http://www.beritasatu.com/satu/507464-menristekdikti-dorong-anak-tki-di-luar-negeri-kuliah-ke-perguruan-tinggi.html


This news item is from Atase Pendidikan - KBRI Riyadh
( http://atdikriyadh.org/news.php?extend.84 )